Rabu, 19 November 2014
Senin, 17 November 2014
Wiro Sableng #46 : Serikat Setan Merah
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Pendekar 212 Wiro Sableng duduk seperti dihenyakkan di bangku panjang itu. Perutnya kenyang sekali dan kantuknya mendadak saja muncul tak tertahankan. Matanya terasa berat dan sebentar-sebentar dia menguap lebar.
"Aneh, kenapa aku jadi mengantuk seperti ini. Dan sekujur tubuhku terasa letih....." membatin sang pendekar, lalu dia garuk-garuk kepalanya. Seharusnya dia sudah membayar makan dan minuman yang disantapnya sejak tadi, tetapi entah mengapa dia masih saja duduk di rumah makan besar itu. Setiap saat matanya menatap pada cangkir tanah berisi minuman. Semakin dipandangnya minuman itu semakin besar hasratnya untuk mereguk. Dan buktinya dia sudah menghabiskan tiga cangkir besar.
"Minuman apa ini. Harum, manis. Tuak aneh...... Jangan-jangan minuman ini yang membuat mataku mengatuk......." Diangkatnya cangkir tanah itu lalu didekatkannya ke hidungnya. Ketika dia mencium minuman itu dalam-dalam memang terasa seperti ada hawa aneh yang ikut masuk ke dalam hidungnya dan terus menjalar ke tenggorokan. Bersamaan dengan itu kedua matanya menjadi tambah berat. Tapi saat itu pula hasratnya untuk m
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #46 : Serikat Setan Merah - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 15 November 2014
Jumat, 07 November 2014
YANG PALING KAU SAYANGI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 06 November 2014
THE GIRL WHO SILENCED THE WORLD FOR 5 MINUTES
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 04 November 2014
PRIA, CINTA DAN MATAHARI
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kebahagiaan Kita Semua
Di saat bulan puasa ini, Karin, Suci, Andin, Bobby, dan Dika berkumpul di bawah pohon beringin di taman perumahan mereka..
“Bosan sekali di rumah..” Keluh Bobby. “Aku merasa lemas saat ada iklan produk makanan di TV.. Huh..” Ujar Dika. “Janganlah mengeluh Bob, Dik. Kalian harus iklhas menjalankan puasa ini.” Nasehat Karin pada Bobby dan Dika. Suci dan Andin pun mengiyakan apa yang dikatakan Karin tadi. “Kira-kira, kegiatan apa yang menyenangkan di bulan puasa ini ya? Jangan bilang kegiatan bermain yang menguras tenaga itu ya!” Tanya Andin pada teman-temannya tersebut.
Mereka semua merenung..
“Nah.. Bagaimana jika kita masak untuk buka puasa bareng?” Usul Suci. “Mmm… Lebih tepatnya lagi, kita memasak makanan untuk para pengemis di jalan!” Ujar Dika membenarkan. “Tumben kamu pintar Dik! Sejak kapan?” Canda Bobby pada Dika. “Sejak aku lahir Bob! Ah, sudahlah..” Ucap Dika dengan sabar.
“Betul juga yang dikatakan Dika, besok sore kalian datang ke rumahku ya untuk memasaknya!” Ujar Karin senang.
“Siap Boss…” Jawab mereka serempak pada Karin.
Keesokkan harinya…
Andin, Suci, Bobby, dan Dika pun sudah berkumpul di rumah Karin. Karin menyambut mereka dengan sangat antusias. Lima sekawan itu mengatakan rencana baik itu pada Ibu Karin.
“Bu, aku dan teman-temanku akan memasak makanan yang nantinya akan dibagikan pada pengemis di jalan. Ibu mau membantu kami tidak?” Terang Karin pada Ibunya. “Boleh, tapi apakah sebaiknya kita langsung pesan di katering saja? Ini sudah sore. Sekitar jam 3, Ibu saja tidak punya tempat sterofoamnya beserta sendok plastiknya. Jika beli, tempat yang jual macam itu juga jauh dari sini. Apa kalian sudah tau menu apa yang kal
... baca selengkapnya di Kebahagiaan Kita Semua - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
